Black Hole: Tempat di Mana Fisika yang Kita Pelajari Bikin No Sense Lagi
Kenapa black hole itu absurd, gimana kita bisa foto sesuatu yang nggak bikin cahaya bisa kabur, dan apa yang terjadi kalo kamu (maaf) jatuh ke dalamnya.
Black Hole: Tempat di Mana Fisika yang Kita Pelajari Bikin No Sense Lagi
Awalnya gw kira black hole itu kayak lubang. Ya namanya juga "black hole". Tapi ternyata bukan. Ini bukan lubang, ini benda. Benda yang massanya gede banget sampe ruang dan waktu di sekitarnya literally kelakuannya beda.
Jadi Black Hole Itu Sebenernya Apa
Black hole itu intinya sisa bintang yang mati — tapi bintang yang gede banget. Kalo bintang biasa kayak matahari mati, dia jadi white dwarf. Tapi bintang yang massanya minimal 3x matahari, pas dia collapse, gravitasinya jadi segila itu sampe segala sesuatu yang lewat deket dia nggak bisa balik lagi.
Bahkan cahaya. Dan cahaya itu kan yang paling cepet. Kalo cahaya aja nggak bisa kabur, artinya emang ada yang beneran "nggak bisa balik" di alam semesta ini.
Analogi yang sering dipake: kompress seluruh massa Bumi jadi seukuran kelereng. Gila ya. Tapi itu masih belum bikin black hole. Itu cuma ngasih gambaran seberapa "padet" ini benda.
Waktu Kamu Jatuh ke Black Hole
Ada dua istilah yang selalu bikin gw ketawa sendiri setiap baca paper fisika:
Spaghettification. Ya namanya literally spaghettifikasi. Karena gravitasi di kaki kamu jauh lebih kuat daripada di kepala (kalo kamu jatuh kaki duluan), tubuh kamu bakal ketarik memanjang. Jadi kayak spaghetti. Beneran. Ini bukan lelucon, ini istilah resmi di paper.
Time dilation. Menurut Einstein, gravitasi bikin waktu jalan lebih lambat. Jadi kalo kamu jatuh ke black hole dan temen kamu ngeliat dari jauh, yang terjadi tuh kamu kayak freeze di pinggir event horizon. Buat kamu sih normal aja, tapi buat orang yang ngeliat? Kamu stuck di sana selamanya. Kayak video loading yang nggak pernah selesai.
Foto Pertama Black Hole (2019)
Sampai 2019, black hole itu cuma teori. Ada di paper, di persamaan, di simulasi komputer. Tapi nggak pernah ada yang beneran "lihat."
Terus Event Horizon Telescope — ini bukan satu teleskop, tapi array teleskop di seluruh dunia yang disinkronin — berhasil foto black hole di galaksi M87. 2022, mereka foto juga Sagittarius A*, yang ada di pusat galaksi kita sendiri.
Yang menarik: yang kita liat bukan black hole-nya. Kita liat "bayangan"-nya. Accretion disk di sekitarnya yang panas sampe jutaan derajat, terus ada dark spot di tengah. Itu shadow-nya.
Stephen Hawking Bilang Black Hole Bisa "Menguap"
Jadi ini salah satu hal yang paling mind-blowing buat gw: Stephen Hawking nemuin bahwa black hole sebenernya memancarkan radiasi pelan-pelan. Dalam triliunan tahun, black hole bisa habis. Menguap. Ilang.
Jadi sesuatu yang dikenal karena menyerap segalanya, pada akhirnya akan mati juga.
Ironi.
Yang Gw Gak Ngerti (dan Mungkin Nggak Ada yang Ngerti)
Pertanyaan paling basic tentang black hole: apa yang ada di dalam?
Di singularitas — titik pusat black hole — semua hukum fisika yang kita kenal berhenti kerja. General relativity Einstein sama mekanika kuantum yang normally udah cukup akurat buat ngelakuin prediksi, di sini dua teori itu literally conflicting.
Dan kita belum punya teori yang nyatuin keduanya. Jadi literally, ada bagian di alam semesta yang kita nggak bisa jelasin kenapa dan bagaimana dia kerja. Dengan sains yang kita punya sekarang, nggak bisa.
Closing Thought
Gw selalu tertarik sama black hole bukan karena dia "keren" — tapi karena dia menunjukkan batas dari pengetahuan manusia.
Ada hal yang beneran ada di luar sana, bisa kita deteksi efeknya, bisa kita foto bayangannya, tapi kita nggak bisa ngerti apa yang terjadi di dalamnya — karena hukum fisika yang kita pakai selama ini literally break down.
Kaya debug production error yang log-nya nggak ada. Tahu ada masalah, tapi nggak bisa reproduce. Dan itu frustrating.
Tapi di sisi lain, itu juga yang bikin menarik. Kalo semua hal udah bisa dijelasin, ya udah, nggak ada misteri lagi.